Ekonomi

Lelang Serentak Harat Banar 2026 Tawarkan Beragam Objek, Dorong Penerimaan Negara dan Pemberdayaan Masyarakat

Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Selatan dan Tengah

PRADIPA MEDIA, Banjarmasin – Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Selatan dan Tengah serta unit Kemenkeu Satu Kalimantan Selatan kembali menggelar Lelang Serentak Harat Banar (LSHB) 2026. Mengusung tema “Ragam Objek, Satu Semangat untuk Negeri”, kegiatan ini menjadi wujud sinergi antarunit Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Pajak Tahun 2026 tersebut dipusatkan secara hybrid di Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah di Banjarbaru. Selain dihadiri peserta secara langsung, pelaksanaan lelang juga disiarkan melalui Portal Lelang Indonesia dan Microsoft Teams sehingga masyarakat dari berbagai daerah dapat mengikuti proses lelang secara daring.

Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah, Tetik Fajar Ruwandari, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh unit Kementerian Keuangan Satu Kalimantan Selatan yang telah menyukseskan penyelenggaraan LSHB 2026.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya dalam meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui semangat kolaborasi, kami berharap Lelang Serentak Harat Banar dapat terus berkembang menjadi sarana yang tidak hanya mengoptimalkan pengelolaan aset negara, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Tetik.

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, LSHB 2026 menghadirkan ragam objek lelang yang lebih beragam. Selain lelang eksekusi atas benda sitaan pajak, barang eks kepabeanan dan cukai, barang rampasan negara, objek hak tanggungan, Barang Milik Negara (BMN), Barang Milik Daerah (BMD), serta lelang sukarela produk UMKM, tahun ini juga diperkenalkan inovasi lelang yang memiliki nilai sosial.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Lelang Batik Sasirangan hasil karya anak-anak penyandang down syndrome di Kalimantan Selatan. Inisiatif tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas sekaligus apresiasi terhadap karya kreatif yang mengangkat budaya lokal.

Lelang Batik Sasirangan dilaksanakan secara langsung di Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah dan dipimpin oleh Pejabat Lelang Kelas II Banjarmasin, Tati Yulianti. Sementara berbagai objek lelang lainnya dilaksanakan secara daring melalui Portal Lelang Indonesia sehingga dapat diikuti masyarakat secara lebih luas.

Selain pelaksanaan lelang, acara juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah mitra strategis DJKN yang selama ini berkontribusi dalam penyelenggaraan layanan lelang. Penghargaan diberikan kepada KPKNL, perbankan, Pejabat Lelang Kelas I dan Kelas II, serta balai lelang sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan lelang di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Melalui penyelenggaraan Lelang Serentak Harat Banar 2026, Kementerian Keuangan berharap masyarakat semakin mengenal lelang sebagai mekanisme transaksi yang modern, transparan, akuntabel, dan terpercaya.

Lebih jauh, lelang diharapkan tidak hanya menjadi instrumen optimalisasi pengelolaan aset dan peningkatan penerimaan negara, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan UMKM, mendukung kelompok rentan, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.(NN)