Daerah

Berziarah Sambil Menyusuri Jejak Sejarah, MUI Kalsel Kenang Jasa Para Pendahulu di Milad ke-51

PRADIPA MEDIA, Banjarmasin – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan memperingati Milad ke-51 dengan cara yang sarat makna.

Tidak sekadar menggelar seremoni, jajaran pengurus memilih melakukan ziarah ke makam para mantan Ketua MUI Kalsel sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menelusuri sejarah perjalanan organisasi.

Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-51 MUI Kalsel yang mengusung tema “Menyusuri Sejarah dan Tokoh MUI, Menapak Tantangan Zaman.”

Ketua Panitia Milad MUI Kalsel, IBG Dharma Putra, mengatakan tema tersebut dipilih sebagai pengingat bahwa kemajuan organisasi tidak bisa dilepaskan dari jasa dan perjuangan para pendahulu.

“Ziarah ini dimaksudkan untuk mengenang jasa para tokoh yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pemikiran, dan pengabdiannya demi kemajuan MUI serta kemaslahatan umat Islam. Dari sejarah itulah kita belajar untuk menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Koordinator rombongan ziarah, Ma’ruf, menambahkan, pengurus MUI Kalsel ingin membangun organisasi yang semakin baik dengan tetap berpijak pada fondasi yang telah diletakkan oleh para ketua terdahulu.

Menurutnya, banyak nilai, gagasan, dan program yang telah dirintis para pendahulu hingga akhir hayat mereka. Jejak tersebut perlu dihargai, dipelajari, kemudian dilanjutkan dan disempurnakan sesuai kebutuhan zaman.

“Kami ingin membuka kembali lembaran sejarah MUI Kalsel, melihat apa saja yang telah dilakukan para pendahulu agar dapat menjadi bekal dalam melanjutkan perjuangan organisasi,” katanya.

Rangkaian ziarah dimulai pada Jumat (17/7) dengan mengunjungi makam KH Gt Abdul Muis, dilanjutkan ke makam KH Dr Aswadie Syukur. Keesokan harinya, Sabtu (18/7), rombongan melanjutkan perjalanan ke makam KH Ahmad Makkie di Birayang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kemudian ditutup dengan ziarah ke makam KH Husin Naparin di Kalahiyang, Paringin, Kabupaten Balangan.

Di setiap daerah yang dikunjungi, rombongan mendapat sambutan dari pengurus MUI kabupaten setempat. Selain memanjatkan doa bersama, para pengurus juga berdiskusi mengenai perjalanan sejarah MUI Kalsel, dinamika organisasi, serta peran ulama dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

Sejumlah pengurus yang mengikuti ziarah antara lain Ma’ruf, M. Saprianur, Abdul Munir Faqih, Fakhruddin, H. Teddy Suryana, beserta pengurus MUI Kalsel lainnya.

Usai berziarah ke makam KH Husin Naparin, rombongan melanjutkan silaturahmi ke Pondok Pesantren Dalam Pagar (Dalpa), Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Di sana, mereka disambut Ketua Umum MUI Kalimantan Selatan, Guru Ahmad Syairazi.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membahas persiapan malam puncak Milad ke-51 MUI Kalsel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli 2026 di Pesantren Dalam Pagar, Kandangan.

Pengurus MUI Kalsel, Abdul Munir Faqih, mengatakan Guru Ahmad Syairazi berpesan agar seluruh pengurus dapat hadir dalam peringatan puncak tersebut. Ia juga meminta panitia menyiapkan armada transportasi, mendata jumlah peserta yang akan hadir, serta memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.

Selain itu, panitia diingatkan untuk mengundang Gubernur Kalimantan Selatan, jajaran Forkopimda, seluruh bupati dan wali kota se-Kalsel, serta para Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum MUI kabupaten/kota.

“Pada malam puncak nanti juga akan diberikan penghargaan kepada MUI kabupaten dan kota sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memperkuat peran MUI di daerah,” ujar Abdul Munir Faqih.

Melalui rangkaian ziarah ini, MUI Kalimantan Selatan berharap semangat pengabdian para ulama terdahulu terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam memperkuat peran organisasi, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta menjawab berbagai tantangan kehidupan umat di masa kini dan masa mendatang.(NN)