Daerah Politik

Pimpin YKI Kota Banjarmasin, Siti Wasilah Prioritaskan Deteksi Dini dan Pendampingan Pasien Kanker

Siti Wasilah menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan menjalankan program yang selaras dengan Yayasan Kanker Indonesia Pusat maupun YKI Provinsi Kalimantan Selatan

PRADIPA MEDIA, Banjarmasin – Siti Wasilah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Banjarmasin periode terbaru dalam acara yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (16/7/2026). Di bawah kepengurusan baru, YKI Kota Banjarmasin berkomitmen memperkuat upaya pencegahan kanker melalui edukasi, deteksi dini, serta pendampingan bagi pasien dan para penyintas.

Usai dikukuhkan, Siti Wasilah menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan menjalankan program yang selaras dengan Yayasan Kanker Indonesia Pusat maupun YKI Provinsi Kalimantan Selatan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat agar risiko penyakit kanker dapat ditekan melalui langkah-langkah pencegahan.

“Kami ingin memastikan upaya pencegahan, edukasi, serta advokasi kepada para penderita kanker di Kota Banjarmasin berjalan lebih optimal. Seluruh pengurus akan bekerja lebih baik dan terus bersinergi dengan YKI Provinsi,” ujarnya.

Menurut Wasilah, hingga kini kanker payudara dan kanker serviks masih menjadi dua jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Kota Banjarmasin. Sementara pada laki-laki, kanker paru juga menjadi perhatian serius karena jumlah kasusnya cukup signifikan.

Selain itu, YKI juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya kasus kanker kolorektal atau kanker usus besar. Ia menilai kondisi geografis Banjarmasin yang didominasi kawasan rawa dan sungai, ditambah pola konsumsi masyarakat, menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian.

“Masyarakat kita sudah terbiasa dengan pola makan dan minum tertentu. Ketika mengalami gangguan pencernaan ringan sering kali dianggap hal biasa, padahal itu bisa menjadi faktor risiko kanker usus besar. Karena itu jangan menunda pemeriksaan jika ada keluhan yang berulang,” jelasnya.

Berdasarkan data tahun 2025, kanker payudara menempati urutan pertama dengan 42 kasus. Selanjutnya kanker leher rahim sebanyak 24 kasus dan kanker kolorektal empat kasus. Selain itu juga tercatat kasus kanker hati, kanker paru, hingga kanker darah.

Wasilah mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang telah disediakan pemerintah sebagai sarana mendeteksi penyakit sejak dini, termasuk kanker. Menurutnya, peluang kesembuhan akan jauh lebih besar apabila penyakit ditemukan pada stadium awal.

“Apabila terdeteksi lebih dini, peluang untuk ditangani juga semakin baik. Yang berbahaya justru ketika pasien baru mengetahui saat sudah memasuki stadium lanjut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Neli Lestriani, berharap kepengurusan baru YKI mampu memperluas kepedulian terhadap para pejuang kanker, tidak hanya melalui program kesehatan tetapi juga dukungan moral dan psikologis.

Menurutnya, semangat dari keluarga, masyarakat, dan para relawan memiliki peran besar dalam membantu pasien menjalani proses pengobatan.

“Orang yang sedang berjuang melawan kanker tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga dukungan dan semangat dari keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Itu sangat berarti bagi proses pemulihan mereka,” tutur Neli.

Ke depan, selain memperkuat edukasi dan kampanye deteksi dini, YKI Kota Banjarmasin juga akan meningkatkan berbagai kegiatan sosial. Salah satunya adalah penyaluran bantuan kebutuhan pokok kepada pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kemanusiaan.

Melalui kepengurusan baru ini, YKI Kota Banjarmasin berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan, rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, serta tidak ragu memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit kanker. Dengan deteksi dini, angka kesembuhan diharapkan dapat meningkat dan kualitas hidup para penyintas kanker menjadi lebih baik.(NN)