PRADIPA MEDIA, Banjarmasin – Ruas Jalan Veteran Km 5,5 di kawasan Sungai Lulut, Banjarmasin, kembali mengalami ambles. Kerusakan yang terjadi hampir setiap tahun itu dinilai tidak cukup ditangani dengan perbaikan sementara.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan menegaskan diperlukan rekonstruksi permanen menggunakan sistem pile slab atau tiang penyangga agar badan jalan tidak terus mengalami penurunan.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, mengatakan amblesnya badan jalan kali ini mencapai sekitar 30–50 sentimeter dengan panjang sekitar 50 hingga 70 meter.
“Jalan yang berada di tepi sungai memang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Jalan Veteran Sungai Lulut sudah beberapa kali mengalami ambles, namun selama ini penanganannya masih bersifat sementara,” ujar Yasin, Rabu (15/7).
Menurutnya, penyebab utama kerusakan berasal dari kondisi tanah dasar yang sangat lunak. Selama musim hujan, pori-pori tanah dipenuhi air sehingga mampu menopang beban kendaraan. Namun ketika memasuki musim kemarau, kandungan air berkurang drastis, tanah menyusut dan kehilangan daya ikat sehingga mudah mengalami penurunan.
“Ketika air di dalam tanah mengering, ikatan tanah menjadi lemah. Saat dilintasi kendaraan, terutama kendaraan berat, badan jalan pun mengalami ambles,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Jalan Veteran Sungai Lulut, tetapi juga di sejumlah ruas jalan yang berada di bantaran sungai di Kalimantan Selatan, seperti di wilayah Lampihong, Kabupaten Balangan.
Selama ini penanganan dilakukan setelah kondisi tanah dinilai stabil. PUPR kemudian memasang cerucuk, geotekstil, melakukan pengurukan, dan mengaspal kembali badan jalan. Namun cara tersebut hanya mampu mengatasi kerusakan dalam jangka pendek.
“Kalau penyebab utamanya belum ditangani secara menyeluruh, kerusakan sangat mungkin terulang. Itu yang selama ini terjadi,” katanya.
Karena itu, PUPR Kalsel telah menyiapkan rekomendasi penanganan permanen. Salah satu opsi yang dinilai paling efektif adalah pembangunan struktur pengaman tepi sungai, baik berupa dinding penahan tanah (DPT) maupun sistem pile slab yang ditopang tiang pancang hingga mencapai lapisan tanah keras.
Menurut Yasin, metode pile slab terbukti berhasil diterapkan di Jalan Martapura Lama, Desa Keliling Benteng, Kabupaten Banjar. Sebelumnya ruas jalan tersebut juga berulang kali mengalami penurunan, namun setelah dibangun menggunakan pile slab, kerusakan tidak kembali terjadi.
Selain menyiapkan konstruksi permanen, PUPR juga melakukan investigasi geoteknik secara menyeluruh. Tim ahli telah diterjunkan untuk memetakan dimensi retakan, melakukan pengujian melalui test pit, core drill, serta uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Jika diperlukan, penyelidikan tanah dengan metode boring atau Standard Penetration Test (SPT) juga akan dilakukan guna mengetahui daya dukung tanah secara lebih akurat.
“Hasil investigasi ini menjadi dasar dalam menentukan desain penanganan permanen yang paling tepat,” ujar Yasin.
Di sisi lain, penanganan permanen diperkirakan tidak mudah karena membutuhkan pembangunan struktur pengaman di sepanjang bantaran sungai. Proyek tersebut juga memerlukan pembebasan lahan mengingat banyak aktivitas perdagangan masyarakat di sekitar lokasi.
Arus Lalu Lintas Dialihkan
Sementara itu, amblesnya badan jalan membuat arus lalu lintas di Jalan Veteran Km 5,5 hanya dapat dilalui dengan sistem buka-tutup. Kendaraan melintas secara bergantian sehingga antrean panjang tidak dapat dihindari, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Personel Satlantas Polresta Banjarmasin disiagakan di lokasi untuk mengatur arus kendaraan sekaligus mengantisipasi kemacetan yang lebih parah.
Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Embang Pramono mengimbau masyarakat, khususnya pengendara roda empat dan kendaraan bertonase besar, agar sementara waktu menggunakan jalur alternatif hingga proses penanganan selesai.
“Kami mengimbau masyarakat menghindari ruas Jalan Veteran Sungai Lulut dan memanfaatkan jalur alternatif demi keselamatan serta mengurangi kepadatan lalu lintas di lokasi,” ujarnya. (NN)